Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasionalUncategorizedWilayah

Gelorakan Sidoarjo Bebas TBC 2030, Bupati Subandi Pimpin Kampanye TOSS TBC di Alun-alun

53
×

Gelorakan Sidoarjo Bebas TBC 2030, Bupati Subandi Pimpin Kampanye TOSS TBC di Alun-alun

Sebarkan artikel ini

Gelorakan Sidoarjo Bebas TBC 2030, Bupati Subandi Pimpin Kampanye TOSS TBC di Alun-alun

Suaranuswa.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam memerangi penyakit Tuberkulosis (TBC). Upaya itu kembali ditegaskan melalui kegiatan Kampanye Penuntasan TBC bertema “Temukan, Obati, Sampai Sembuh” atau dikenal dengan kampanye TOSS TBC, yang digelar di kawasan Alun-alun Sidoarjo, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi.

Sejak pagi, area Alun-alun Sidoarjo telah dipadati masyarakat yang antusias mengikuti berbagai rangkaian acara. Kampanye tersebut bukan hanya menjadi simbol perlawanan terhadap penyakit yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia, tetapi juga ajakan nyata kepada seluruh lapisan warga Sidoarjo untuk berperan aktif dalam penanggulangan TBC. Pemerintah menargetkan Sidoarjo bebas TBC pada tahun 2030, sebuah target besar yang membutuhkan gerakan bersama dan kolaborasi berkelanjutan.

Acara ini dihadiri seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sidoarjo, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, serta komunitas peduli kesehatan. Dinas Kesehatan Sidoarjo sebagai penyelenggara menyediakan beragam layanan kesehatan gratis bagi warga. Mulai dari screening TBC, pemeriksaan gula darah, hingga konsultasi kesehatan. Selain itu, senam bersama juga digelar sebagai bagian dari kampanye menjaga imun tubuh agar tetap kuat menghadapi risiko penyakit menular.

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan penanganan serius dan menyeluruh. Ia menyebutkan, masih ada sebagian masyarakat yang enggan memeriksakan diri karena merasa takut, malu, atau belum memahami pentingnya deteksi dini. Padahal, menurutnya, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan asalkan penderita taat menjalani pengobatan dan kontrol secara teratur.

“TBC bukan penyakit yang memalukan. Jangan takut untuk memeriksakan diri. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyediakan pemeriksaan serta pengobatan TBC secara gratis. Masyarakat cukup datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” tegas Bupati Subandi.

Ia menegaskan bahwa kampanye ini tidak boleh hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial. “Hari ini adalah langkah awal yang krusial. Kita berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga mereka peduli dan memahami bahaya penularan TBC. Mari kita satukan langkah dan tekad untuk menjaga diri, keluarga, serta lingkungan kita. Bersama-sama, kita wujudkan Sidoarjo bebas TBC pada tahun 2030,” seru Subandi disambut antusias peserta.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap penderita TBC. Ia menekankan, stigma adalah musuh yang harus dilawan bersama. Karena sering kali penderita enggan berobat akibat takut dikucilkan lingkungan. “Kita harus menciptakan lingkungan yang mendukung. Jangan ada lagi diskriminasi atau stigma. Justru kita harus saling menguatkan agar mereka mau berobat sampai benar-benar sembuh,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, memaparkan progres penanganan TBC di Sidoarjo. Menurutnya, upaya pemerintah telah menunjukkan hasil yang positif, meskipun tantangan masih cukup besar.

“Capaian penemuan kasus TBC di Sidoarjo hingga Triwulan 3 tahun 2025 mencapai 4.669 kasus atau sekitar 80%. Angka keberhasilan pengobatan juga meningkat menjadi 84%. Sementara itu, investigasi kontak sudah mencapai 57% dan pemberian pengobatan bagi kontak erat telah dilakukan pada 33% kasus,” ungkap Lakhsmie.

Ia menyebut angka tersebut menunjukkan tren peningkatan deteksi dini yang signifikan. Namun masih diperlukan kerja sama yang lebih masif antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. “Tantangan terbesar masih pada upaya menemukan kasus secara aktif. Banyak penderita yang belum mengetahui dirinya terinfeksi karena gejala yang terkadang mirip batuk biasa dan sering diabaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lakhsmie menyampaikan bahwa program TOSS TBC membutuhkan partisipasi publik yang kuat. Ia mendorong masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami batuk lebih dari dua minggu atau memiliki gejala seperti mudah lelah, sesak napas, hingga penurunan berat badan drastis.

Di sela acara, sejumlah tenaga kesehatan juga memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai cara penularan dan langkah pencegahan TBC. Edukasi tersebut meliputi penggunaan masker saat batuk, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan ventilasi udara rumah memadai, serta gaya hidup sehat untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat besar. Warga yang datang tampak memanfaatkan kesempatan screening gratis dengan penuh kesadaran. Banyak dari mereka yang mengaku baru memahami pentingnya deteksi dini TBC setelah mengikuti sosialisasi dalam kegiatan ini.

“Kami sangat mendukung gerakan ini. Kadang kita merasa batuk lama itu biasa saja, tapi ternyata bisa jadi gejala TBC. Jadi lebih baik diperiksa lebih awal,” ujar salah satu warga yang ikut kegiatan.

Melalui kampanye ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat terus menggugah kesadaran kolektif masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun lingkungan. Karena upaya pemberantasan TBC tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh pemerintah dan tenaga kesehatan. Partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci menuju keberhasilan akhir.

Penutupan acara dilakukan dengan pembacaan komitmen bersama untuk mewujudkan Sidoarjo Bebas TBC 2030. Bupati Subandi meyakini bahwa target tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Dengan kolaborasi kuat lintas sektor, komitmen tenaga kesehatan, serta dukungan penuh masyarakat, Sidoarjo diyakini mampu menjadi daerah yang bebas dari penyakit TBC di masa depan.

“Ini adalah gerakan nyata. Dan gerakan ini harus terus berjalan hingga TBC tuntas dari Sidoarjo,” tutup Bupati Subandi.

Oleh : Redaksi

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *