Rusia Tegaskan Rudal Hipersonik “Oreshnik” Telah Masuk Operasi Tempur di Belarus
Suaranuswa.com — Pemerintah Rusia menyatakan sistem rudal hipersonik Oreshnik kini telah resmi masuk status operasi tempur setelah ditempatkan di wilayah Belarus, sebagai bagian dari langkah memperkuat kemampuan strategis Moskow di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara-negara NATO.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan resmi mengungkapkan bahwa unit yang dilengkapi sistem rudal jarak menengah ini telah ditempatkan pada posisi siap di Belarus. Seremoni penempatan tugas tempur dilakukan pada akhir Desember lalu, di mana bendera Korps Rudal Strategis Rusia dikibarkan di lokasi.
Menurut informasi yang disampaikan, Oreshnik adalah rudal balistik hipersonik jarak menengah (IRBM) yang dapat membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional. Rudal ini pertama kali dibuka ke publik setelah digunakan dalam serangan terhadap fasilitas industri militer di Ukraina pada November 2024.
Kemampuan dan Klaim
Pihak Moskow menyatakan rudal ini mampu mencapai kecepatan sangat tinggi, lebih dari Mach 10 (sepuluh kali kecepatan suara), sehingga sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional saat ini. Klaim ini dinilai sebagai salah satu keunggulan utama, meskipun analis Barat masih mempertanyakan efektivitas tanpa data independen.
Selain itu, kemampuan Oreshnik dilaporkan memungkinkan penetrasi target di kedalaman hingga puluhan meter, termasuk fasilitas militer yang terlindungi kuat. Dengan jangkauan yang diperkirakan mencapai hingga ribuan kilometer, rudal ini dapat menjangkau berbagai target strategis di Eropa.
Penempatan di Belarus
Penempatan sistem rudal di Belarus dipandang sebagai langkah strategis Rusia untuk memperpendek jarak ke target di kawasan Eropa, sekaligus mengirim sinyal kuat kepada NATO soal kesiapan Moskow menghadapi apa yang disebutnya ancaman dari arah Barat. Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan sistem Oreshnik kini “telah berada di wilayah kami dan memasuki tugas tempur.”
Respons Internasional dan Kekhawatiran
Langkah ini memicu kekhawatiran dari beberapa negara Barat dan sekutu NATO. Presiden Ukraina sebelumnya memperingatkan bahwa penempatan sistem rudal hipersonik di Belarus akan meningkatkan risiko terhadap keamanan kawasan, termasuk negara-negara anggota NATO yang berada dekat perbatasan.
Sementara itu, Moskow terus menegaskan bahwa pengembangan dan penempatan Oreshnik adalah bagian dari modernisasi pertahanan negaranya, serta jawaban atas dukungan militer Barat kepada Ukraina dalam konflik yang berlangsung.
Oleh : Team Suaranuswa.com















