Mengenal Rahasia Weton Jawa, Tradisi Menghitung Neptu Hari dan Pasaran
SUARANUSWA – Weton merupakan salah satu tradisi dalam budaya Jawa yang masih dikenal dan dipelajari hingga saat ini. Weton digunakan untuk menggambarkan perpaduan antara hari lahir dan pasaran Jawa yang dipercaya memiliki makna tersendiri dalam kehidupan seseorang.
Dalam penanggalan Jawa, terdapat tujuh hari, yaitu Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Sementara itu, terdapat lima pasaran, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu masing-masing. Nilai tersebut kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan angka weton kelahiran seseorang.
Dalam tradisi primbon Jawa, hasil perhitungan weton sering digunakan untuk menafsirkan karakter, kecenderungan watak, kecocokan pasangan, hingga perhitungan hari baik untuk berbagai keperluan.
Materi mengenai weton biasanya mencakup tiga pembahasan utama, yaitu mengenal neptu hari dan pasaran, memahami penafsiran watak berdasarkan weton, serta mempelajari cara menghitung weton kelahiran.
Meski demikian, penafsiran weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Hasil perhitungannya tidak dapat dijadikan ukuran mutlak untuk menentukan kepribadian, keberhasilan, maupun nasib seseorang.
Mengenal weton dapat menjadi salah satu cara mempelajari dan melestarikan warisan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.















