Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasionalUncategorizedWilayah

Modin Tempati Rumah Tak Layak Huni, Bupati Sidoarjo Turun Tangan Percepat Perbaikan

71
×

Modin Tempati Rumah Tak Layak Huni, Bupati Sidoarjo Turun Tangan Percepat Perbaikan

Sebarkan artikel ini

Modin Tempati Rumah Tak Layak Huni, Bupati Sidoarjo Turun Tangan Percepat Perbaikan

Suaranuswa.com – Raut haru tampak dari wajah Siti Sholimah, 75 tahun, ketika rumah sederhananya di Dusun Alang-alang, Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Sidoarjo, dikunjungi Bupati Sidoarjo H. Subandi pada Sabtu (15/11). Istri dari Modin Imam Ghozali itu berkali-kali mengucap syukur dan doa, tidak menyangka rumah yang ia tempati bersama keluarga akan segera diperbaiki oleh pemerintah.

Kedatangan Bupati Subandi siang itu bukan sekadar kunjungan biasa. Rumah Modin Imam Ghozali telah lama mengalami kerusakan parah. Kondisinya terlihat seperti bangunan yang sudah lama ditinggalkan. Atapnya bolong, dinding mengelupas, dan bagian dalam rumah dipenuhi barang-barang tak terpakai. Di usia senjanya, Siti Sholimah hanya bisa menunggu tanpa banyak kemampuan memperbaiki. “Matur nuwun, Pak Bupati. Mugi diparingi sehat lan berkah,” ujarnya lirih.

Keprihatinan Bupati

Saat memasuki rumah tersebut, Bupati Subandi tampak terkejut. Ia tidak menyembunyikan rasa prihatin melihat tempat tinggal seorang modin yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk masyarakat. Kondisi rumah itu jauh dari kata layak huni.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Rumah ini harus segera diperbaiki,” ucap Subandi tegas setelah melihat kondisi ruangan demi ruangan.

Ia memastikan perbaikan akan dilakukan dalam waktu dekat. Atap rumah akan diganti seluruhnya, kamar mandi akan dibangun, dan beberapa bagian yang rusak berat akan diperkuat kembali. Namun sebelum proses tersebut dimulai, ia meminta perangkat desa bersama Baznas Sidoarjo melakukan kerja bakti besar-besaran untuk mengeluarkan barang-barang dan membersihkan seluruh area rumah.

“Besok kita mulai kerja bakti. Sementara waktu Pak Modin dan Bu Siti bisa ngekos dulu selama proses perbaikan agar semuanya aman,” katanya kepada Kepala Desa Kureksari dan perangkat desa yang ikut mendampingi.

Kesulitan Bertahun-tahun

Imam Ghozali, yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai modin, mengaku tidak sanggup memperbaiki rumahnya. Kerusakan paling parah terdapat pada bagian atap yang hampir roboh dan selalu bocor ketika hujan. Selain itu, ia dan keluarganya tidak memiliki kamar mandi layak.

“Bertahun-tahun rusaknya begitu. Nek udan mesti bocor,” ujarnya pelan.

Ia sebenarnya sempat mendapatkan bantuan material berupa beberapa lembar galvalum dari pemerintah desa. Namun karena jumlahnya tidak banyak, bahan itu hanya cukup untuk menutup sebagian kecil atap. Biaya pemasangan pun harus ditanggung sendiri, sehingga anak-anaknya ikut membantu membayar ongkos tukang.

“Arek-arek wis angkat tangan mari bantu bayar tukang. Sak isone wae,” ucapnya sembari tersenyum getir.

Baznas Turun Tangan

Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar—akrab disapa Gus Jazuk—mengonfirmasi bahwa pihaknya akan langsung melakukan perbaikan begitu rumah selesai dibersihkan.

“Insyaallah satu dua hari setelah kerja bakti, tim kami akan mulai pembenahan. Kami prioritaskan perbaikan atap dan pembangunan kamar mandi,” ujarnya.

Gus Jazuk menjelaskan bahwa perbaikan tidak hanya pada bagian kritis, tetapi menyeluruh agar rumah layak ditinggali kembali. Selain atap dan kamar mandi, dinding akan dicat ulang, lantai akan dikeramik, dan kamar tidur akan diperbaiki agar lebih nyaman.

“Target kami dua minggu selesai, insyaallah,” tambahnya.

Baznas sendiri selama ini banyak terlibat dalam program perbaikan rumah tidak layak huni di berbagai wilayah Sidoarjo. Namun kasus Modin Imam Ghozali dinilai perlu penanganan cepat karena kondisi rumah sudah membahayakan.

Kepedulian Pemerintah Desa

Kepala Desa Kureksari menyampaikan bahwa pemerintah desa sebenarnya sudah beberapa kali berusaha membantu, namun keterbatasan anggaran membuat upaya itu tidak maksimal. Melihat kondisi yang semakin parah, pihak desa akhirnya melaporkan kepada kecamatan dan Baznas agar mendapat penanganan lebih besar.

“Pak Modin ini adalah orang yang mengabdikan diri untuk umat. Sudah sepantasnya kita membantu. Tapi kami butuh dukungan kabupaten,” katanya.

Warga sekitar juga menyambut baik rencana perbaikan ini. Beberapa pemuda setempat bahkan siap turut bergotong-royong dalam kerja bakti. Bagi mereka, Imam Ghozali adalah sosok yang dekat dengan masyarakat, sering membantu warga dalam urusan keagamaan dan sosial.

Harapan di Usia Senja

Bagi Siti Sholimah, perbaikan rumah ini merupakan anugerah besar. Di usianya yang sudah lanjut, ia hanya berharap dapat tinggal dengan lebih nyaman dan aman tanpa takut rumah roboh tiba-tiba.

“Alhamdulillah, semoga kabeh lancar,” ujarnya sambil menahan haru.

Bupati Subandi menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan terus memperhatikan kondisi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, terutama mereka yang telah banyak berkontribusi terhadap masyarakat. Ia berharap perbaikan rumah Modin Imam Ghozali menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Ini tugas kita bersama. Pemerintah hadir untuk membantu warga, terutama yang membutuhkan. Gotong royong adalah kekuatan utama kita,” ucapnya.

Dengan dimulainya pembersihan rumah dan rencana perbaikan yang ditargetkan selesai dalam dua minggu, Modin Imam Ghozali dan keluarganya akhirnya bisa menatap masa depan dengan sedikit lebih tenang. Perbaikan rumah ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah dan dukungan masyarakat dapat membawa perubahan nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Oleh : Redaksi

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *