Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaInternasionalPolitikUncategorizedWilayah

China Dinilai Perkuat Dominasi Industri Strategis, Sejumlah Negara Tingkatkan Intervensi Pemerintah

5
×

China Dinilai Perkuat Dominasi Industri Strategis, Sejumlah Negara Tingkatkan Intervensi Pemerintah

Sebarkan artikel ini

China Dinilai Perkuat Dominasi Industri Strategis, Sejumlah Negara Tingkatkan Intervensi Pemerintah

Beijing — China dalam beberapa dekade terakhir memperkuat posisinya sebagai pemain utama di berbagai sektor industri strategis dunia, mulai dari baterai kendaraan listrik, panel surya, hingga pengolahan mineral kritis. Sejumlah pengamat menilai keberhasilan tersebut didorong oleh kombinasi kebijakan industri jangka panjang, dukungan pemerintah, serta kapasitas produksi berskala besar.

Data berbagai lembaga internasional menunjukkan China kini menjadi produsen utama baterai lithium-ion dan panel surya dunia. Selain itu, negara tersebut juga mendominasi pengolahan sejumlah mineral penting seperti litium, kobalt, logam tanah jarang, serta tembaga olahan yang menjadi bahan baku berbagai industri berteknologi tinggi.

Sejumlah analis menilai pemerintah China memberikan berbagai insentif kepada industri strategis, antara lain pembiayaan, insentif pajak, infrastruktur, dan dukungan energi. Kebijakan tersebut dinilai memungkinkan perusahaan-perusahaan China menawarkan produk dengan harga yang sangat kompetitif di pasar global.

Di sisi lain, sebagian negara Barat berpendapat bahwa praktik tersebut menciptakan persaingan yang tidak seimbang dan menyebabkan sejumlah produsen di negara lain kesulitan bersaing. Namun, pemerintah China menegaskan keberhasilannya merupakan hasil investasi jangka panjang, efisiensi produksi, inovasi teknologi, dan pengembangan rantai pasok.

Dominasi China juga terlihat pada sektor pengolahan mineral kritis. Meskipun tidak selalu menjadi pemilik cadangan terbesar, China memiliki kapasitas pengolahan yang sangat besar sehingga menjadi pemasok penting bagi berbagai industri global, termasuk kendaraan listrik, elektronik, dan semikonduktor.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah China juga menerapkan kebijakan pengendalian ekspor terhadap sejumlah mineral strategis, termasuk galium, germanium, antimon, dan beberapa unsur tanah jarang. Kebijakan tersebut disebut Beijing sebagai langkah menjaga keamanan nasional dan kepentingan strategis, sementara Amerika Serikat dan sejumlah negara lain menilai pembatasan tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok global.

Merespons perkembangan tersebut, Amerika Serikat dan beberapa negara sekutunya mulai memperkuat kebijakan industri domestik melalui pemberian subsidi, investasi pemerintah, serta dukungan terhadap perusahaan yang bergerak di sektor semikonduktor dan mineral kritis. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok yang berpusat di China.

Persaingan kedua negara juga mulai meluas ke sektor kecerdasan buatan (AI). Baik China maupun Amerika Serikat meningkatkan investasi dan pengembangan teknologi AI yang dipandang akan menjadi fondasi bagi berbagai industri di masa depan.
Pengamat menilai persaingan ekonomi dan teknologi antara China dan Amerika Serikat diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa tahun mendatang. Kedua negara kini sama-sama mengandalkan kebijakan industri sebagai instrumen untuk memperkuat daya saing nasional, meskipun dengan pendekatan dan strategi yang berbeda.

Redaksi : Team Suaranuswa

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *