SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan HIV setelah jumlah kumulatif kasus yang terdeteksi mencapai 7.129 kasus hingga April 2026. Angka tersebut meningkat 215 kasus dibandingkan data akhir Desember 2025 yang mencatat 6.914 kasus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menyatakan peningkatan jumlah kasus tidak hanya menunjukkan adanya penularan baru, tetapi juga hasil dari semakin luasnya skrining dan deteksi dini yang dilakukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya ini bertujuan agar orang dengan HIV dapat segera memperoleh pengobatan antiretroviral (ARV) sehingga kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia produktif. Dinkes juga terus mengintensifkan edukasi mengenai cara penularan HIV, pentingnya perilaku hidup sehat, serta menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Pemeriksaan HIV secara sukarela juga terus diperluas melalui puskesmas, rumah sakit, dan layanan kesehatan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko. Deteksi dini dan kepatuhan menjalani terapi merupakan langkah penting dalam mengendalikan penyebaran HIV sekaligus meningkatkan harapan hidup penderita. Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak memberikan stigma atau diskriminasi kepada ODHIV karena HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berbagi makanan, atau berpelukan.
Redaksi : Suaranuswa.com















