Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasionalUncategorizedWilayah

Tiga Bendera Daerah Muncul Jelang HUT RI: Aceh, Borneo dan Papua Jadi Sorotan

1
×

Tiga Bendera Daerah Muncul Jelang HUT RI: Aceh, Borneo dan Papua Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Tiga Bendera Daerah Muncul Jelang HUT RI: Aceh, Borneo dan Papua Jadi Sorotan

JAKARTA — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perhatian publik tertuju pada munculnya sejumlah bendera identitas daerah di tengah berkibarnya Merah Putih. Fenomena tersebut terlihat di Aceh dan Kalimantan, sementara di Papua muncul kembali aksi yang membawa isu sejarah dan identitas politik.

Di Aceh, bendera Bulan Bintang terlihat dikibarkan massa dalam peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang awalnya diisi zikir dan doa tersebut kemudian diwarnai ketegangan antara massa dan aparat. Sejumlah peserta juga membawa bendera putih dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pengibaran Bulan Bintang menjadi sensitif karena bendera tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyatakan bahwa peristiwa tersebut tidak serta-merta dapat dipandang sebagai aksi menentang pemerintah pusat.

Sementara di Kalimantan Barat, Bendera Borneo Raya berwarna merah, kuning, dan biru juga menjadi perhatian. Di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, bendera tersebut sempat dikibarkan bersama Merah Putih. Persoalan kemudian diselesaikan melalui musyawarah antara pemerintah kecamatan dan Aliansi Borneo Raya Menggugat. Kelompok tersebut menyatakan Borneo Raya sebagai simbol identitas budaya Dayak dan bukan simbol makar atau keinginan memisahkan diri dari Indonesia.

Di Papua, momentum 15 Agustus juga diwarnai aksi kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Aksi tersebut berkaitan dengan peringatan 64 tahun Perjanjian New York dan mengangkat isu yang disebut sebagai kondisi darurat militer serta kemanusiaan di Papua.

Munculnya berbagai simbol tersebut tidak otomatis berarti adanya satu gerakan bersama antara Aceh, Borneo, dan Papua. Masing-masing memiliki latar sejarah, budaya, serta persoalan politik yang berbeda.

Di tengah suasana Bulan Kemerdekaan, fenomena ini menjadi pengingat bahwa simbol daerah masih memiliki makna yang kuat bagi sebagian masyarakat. Pemerintah dan masyarakat diharapkan menyikapinya dengan kepala dingin, mengutamakan dialog serta menjaga agar perbedaan identitas tidak berkembang menjadi konflik.

Suara Nuswa — Merah Putih tetap menjadi simbol negara dan persatuan Indonesia, sementara keberadaan simbol-simbol daerah perlu dipahami berdasarkan konteks sejarah dan fakta di masing-masing wilayah.

Redaksi : Team Suaranuswa.com

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *