KALIMANTAN DARURAT KARHUTLA, KEBAKARAN MELUAS DI SEJUMLAH WILAYAH
JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius di Pulau Kalimantan. Kondisi cuaca yang semakin kering pada puncak musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran dan memperbesar potensi munculnya titik panas di sejumlah wilayah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla bersama sejumlah provinsi di Sumatra. Hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai sekitar 48.889,69 hektare, dengan Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan luasan terbesar, sekitar 28.680,47 hektare.
Situasi tersebut semakin mengkhawatirkan karena musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada periode Agustus–September 2026. BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi kering dapat meningkatkan ancaman karhutla, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Pada Jumat, 21 Agustus 2026, BNPB kembali melaporkan bahwa penanganan karhutla di sejumlah wilayah menjadi prioritas. Pemerintah dan tim gabungan terus memperkuat operasi pemadaman serta pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.
Dampak karhutla tidak hanya mengancam hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta transportasi. Asap tebal bahkan telah menyebabkan gangguan terhadap sejumlah penerbangan di wilayah Kalimantan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Kondisi ini menjadi peringatan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah, aparat, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pihak terkait.
Redaksi : Suaranuswa.com















